Semut merupakan salah satu jenis serangga yang termasuk dalam keluarga Ordo Hymenoptera. Hewan kecil ini ditandai dengan rangka luar atau eksoskeleton yang berfungsi untuk melindungi tubuh karena tidak memiliki tulang. Keberadaan hewan kecil ini sangat mudah ditemukan mulai dari tanah, tembok hingga pohon dengan koloni yang cukup besar. Namun pernahkah kamu berpikir bagaimana cara berkembangbiak semut? baik itu semut rangrang, semut hitam, atau semut jepang?

Semut merupakan jenis serangga kecil yang hidup secara berkelompok atau koloni yang dipimpin oleh seekor Ratu. Cara hidup seperti ini untuk melindungi diri dari ancaman predator. Nah, kali ini kami akan membahas tentang bagaimana semut berkembangbiak hingga jumlahnya bisa sangat banyak tersebut.

Siklus Hidup dan Cara Berkembangbiak Semut

Semut merupakan jenis serangga yang berkembanbiak dengan cara bertelur. Telur-telur tersebut nantinya akan menetas dan tumbuh menjadi semut dewasa. Untuk lebih jelasnya tentang bagaimana cara berkembangbiak semut yang dilansir dari rumusrumus.com, simak ulasan berikut ini :

1. Telur

Proses perkembangbiakan semut dimulai dari telur yang dihasilkan oleh Ratu Semut. Telur semut berukuran sangat kecil sekitar 0,5 mm yang berwarna putih transparan. Sekali bertelur, ratu semut bisa menghasilkan telur sebanyak 100.000 – 300.000. Ratu semut biasanya akan meletakkan telur-telurnya ditempat yang aman dari gangguan predator dan bisa menetas dengan baik. Setelah beberapa saat, telur-telur semut tersebut akan menetas menjadi larva.

Baca Juga: Memelihara Burung Perkutut Harus Ganjil atau Genap?

2. Larva

Proses atau cara berkembangbiak semut dari menetasnya telur semut menjadi larva membutuhkan waktu kurang lebih 7 sampai 14 hari. Lamanya proses menetas ini juga tergantung dari spesies semut, suhu dan kelembaban. Larva semut akan mendapatkan makanan dari semut pekerja. Jika asupan makanan cukup, larva akan tumbuh dengan cepat. Dalam kurun waktu 6 – 12 hari larva-larva semut tersebut akan berubah menjadi pupa.

3. Pupa

Sebelum menjadi semut dewasa, larva semut akan menjadi pupa terlebih dahulu. Pupa semut juga masih menggantungkan hidupnya kepada semut pekerja. Pada fase pupa ini, bentuknya sudah mirip dengan semut dewasa namun berwarna transparan dan ditutupi dengan kepompong berwarna putih kecoklatan. Pada fase ini antenna dan tubuh semut belum tumbuh dan berkembang secara sempurna.

Cara  berkembangbiak semut pada fase pupa ini akan berlangsung selama 9 – 30 hari. Nantinya pupa akan tersebut akan mengeras dan membelah jika waktunya telah tiba. Pupa yang menetas inilah yang akan menjadi calon-calon semut dewasa untuk membentuk koloni yang baru.

4. Semut dewasa

Setelah masa pupa selesai, kepompong atau kokon akan membelah dan menjadi semut dewasa. Semut dewasa yang baru menetas dari pupa memiliki warna coklat terang dengan tubuh transparan. Namun seiring semakin dewasa maka warnanya akan semakin gelap dan kulitnya juga semakin mengeras.

Semut dewasa dibagi menjadi 3 jenis, yaitu ratu semut, semut pekerja betina dan semut jantan. Ratu semut merupakan induk yang bertugas bertelur untuk menyiapkan koloni semut yang baru. Ratu semut biasanya memiliki ukuran paling besar dibandingkan dengan jenis semut lainnya.

Baca Juga: Ide Nama Kucing yang Keren dan Artinya

Semut merupakan salah satu serangga kecil yang memiliki metamorphosis sempurna. Cara berkembang biak semut sangat unik dimana hanya ada satu indukan untuk membuat koloni dengan ribuan semut di dalamnya. Koloni semut juga memiliki tatanan yang baik dimana masing-masing semut memiliki tugasnya masing. Walaupun kecil dan lemah, akan tetapi kerjasama semut untuk bertahan hidup dan berlindung dari ancaman predator patut di acungi jempol.

Write A Comment