7 bulan setelah Indonesia merdeka, kita khususnya masyarakat Bandung mengenal sebuah peristiwa yang sangat fenomenal dan dikenang hingga sekarang, moment yang kami maksud adalah Bandung Lautan Api yang terjadi pada tanggal 23 Maret 1966.

Bandung Lautan Api merupakan salah satu perjuangan heroik yang dilakukan oleh masyarakat Bandung untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Memang pada saat itu penjajahan Jepang terhadap Indonesia sudah usai, dan giliran tentara Inggris yang datang ke Indonesia.

Dalam artikel ini, kami ingin mengajak kita semua untuk kembali mengenang peritiwa dan kronologi Bandung Lautan Api, sebuah pengorbanan masyarkat Bandung untuk menolak tunduk terhadap sekutu dan memilih untuk membakar rumah mereka sendiri. Yuk ikuti pembahasannya dibawah ini.

Peristiwa dan Kronologi Bandung Lautan Api

bandung lautan api

Seperti yang ditulis oleh sebuah jurnal di website unikom.ac.id yang ditulis oleh Grian Nugra Adistia, Peristiwa dan kronologi terjadinya Bandung Lautan Api dimulai ketika Inggris datang ke Bandung untuk pertama kali melalui Pasukan RAPWI yang dipimpin oleh Kapten Grey dan Intercross dari Palang Merah Internasional.

Setelah itu, dilansir dari wikipedia, Sekutu dibawah pimpinan Brigade MacDonal sampai di Bandung pada 12 Oktober 1945. Pasukan Inggris pada saat itu memberikan tuntutan untuk menyerahkan seluruh senjata api yang dimiliki oleh masyarakat yang diambil dari tentara Jepang, untuk diberikan kepada Pasukan Inggris.

Baca Juga: Siapakah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang?

Perintah itu tentu saja tidak digubris, para pejuang pada menolak mentah-mentah hal tersebut. Masyarkat juga merespon perintah itu dengan caci maki dan serangan terhadap NICA, maupun pasukan inggris.

Pada saat itu orang Belanda yang baru saja dibebaskan dari tawanan melakukan berbagai tindakan yang menggangu keamanan. Akhirnya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Pasukan Inggris akhirnya sebuah bentrokan.

Bentrokan pertama terjadi pada 21 November 1945, dimana TKR dan bandan perjuangan melakukan serangan terhadap wilayah di bagian utara yang diduduki inggris pada malam hari. Beberapa tempat yang menjadi sasaran adalah Hotel Preanger dan juga Hotel Homann yang digunakan sebagai markas pasukan Inggris.

Setelah kejadian ini, mucul dua kali ultimatum yang dilontarkan oleh Brigade MacDonald kepada Gubernur Jawa Barat dan juga masyarakat Bandung yang memicu terjadinya kronologi Bandung Lautan Api.

Ulimatum Pertama

Diketahui pada saat itu masyarakat Bandung sedang mengalami sebuah musibah Banjir, ditengah musibah tersebut MacDonald memberikan ultimatum yang pertama yang kurang lebih memberikan perintah kepada masyarakat pribumi di Bandung Utara sampai dengan rel kereta api untuk pindah ke selatan. Ultimatum ini pertama kali diberitahukan pada tanggal 27 November 1945, sedangkan untuk batas ulimatum pertama ini sampai 29 November 1945.

MackDonal juga mengacam, jika sampai batas waktu yang telah ditentukan, warga pribumi yang masih disana akan ditangkap dan pejuang-pejuang yang menggunakan senjata akan dilakukan tindakan tegas, yakni tembak mati. Selain itu ia juga mengingatkan untuk tidak mendekati markas RAPWI dan jepang dalam jara 200 meter. Pelnggar juga akan mendapatkan tindakan tegas.

Ultimatum Kedua

Ultimatum pertama yang sudah dilayangkan juga tidak membuat pasukan perjuangan gentar, mereka tetap melakukan ganguan-ganguan terhadap pasukan Inggris. Akhirnya ultimatum kedua kembali muncul pada tanggal 17 Maret 1946 yang langsung dilakukan oleh Montagu Stophord selaku penglima tertinggi AFNEI di Jakarta.

Dalam ultimatum kedua ini pemeritah Inggris memberikan perintah kepada PM Sultan Sjahrir agar Pasukan Bersenjata RI meninggalkan Bandung selatan sampai dengan radius sebelas kilometer dari pusat kota. Yang diperbolehkan untuk tinggal disana hanyalah warga sipil, polisi, dan juga pegawai pemerintahan.

Dalam ultimatum yang dua ini juga disebutkan agar pasukan RI tidak boleh melakukan perusakan terhadap apapun. Batas ultimatum kedua ini berlangsung selama 7 hari, yakni sampai 24 Maret 1946. Jika ultimatum ini juga tidak mereka dengarkan, pasukan inggris mengancam akan membombardir Bandung Selatan.

Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3)

Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) adalah sebuah musyawarah yang dilakukan pada tanggal 23 Maret 1946 dihadapan seluruh kekuatan perjuangan RI yang menghasilkan oprasi ‘Bumi Hangus’, sebuah usulan untuk membakar kota Bandung karena mereka tidak rela jika Bandung digunakan oleh NICA dan tentara sekutu untuk memuluskan rencananya.

Selanjutnya Kolonel Abdul Haris Nasoetion yang merupakan Komandan Devisi III TRI (Nama TNI pada saat itu) menyebarkan keputusan hasil musyawarah dan ia memerintahkan kepada pasukannya untuk melakukan evakuasi terhadap kota Bandung yang direncanakan akan dilakukan pembakaran dimalam itu juga.

Pembakaran Kota Bandung

Kapan peristiwa Bandung Lautan Api terjadi? Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi pada tanggal 23 Maret 1946, namun sebenarnya peristiwa ini tidak berjalan sesuai dengan rencana. Awalnya peledakandan dan pembakaran yang masuk dalam rencana membumi hanguskan kota Bandung dilakukan pada jam 24.00.

Namun rencana itu tidak berjalan sebagai mana mestinya, karena sekitar pukul 20.00 ledakan dinamit pertama terjadi. Ledakan ini terjadi pada bangunan yang ada sudut alun-alun kota Bandung pada bagian selatan.

Baca Juga: R.A.A Wiranatakusumah, Raja Sunda Terakhir dengan Jiwa Seni yang Kental

Rencana yang tidak berjalan sebagaimana mestinya membuat pasukan lain yang terlibat dalam oprasi itu menjadi panik. Dinformasikan pada saat itu mereka masih dalam tahap perencanaan, yakni pemasangan dan juga persiapan untuk melakukan pembakaran. Meskipun tidak sesuai dengan rencana awal, namun oprasi itu tetap berjalan, yang akhirnya diikuti oleh peledakan dan pembakaran gendung lainnya, termasuk rumah penduduk.

Kurang lebih seperti itulah kronologi Bandung Lautan Api, beberapa pihak menyebutkan bahwa strategi membumi hanguskan kota Bandung adalah langkah yang tepat untuk melawan NICA dan sekutu yang kekuatannya melebihi apa yang dimiliki Bangsa Indonesia pada masa itu.

Referensi:
https://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/579/8/UNIKOM_Grian%20Nugra%20Adistia_11.%20Bab%20II.pdf
https://id.wikipedia.org/wiki/Bandung_Lautan_Api

Write A Comment