Untuk anda yang sering melakukan transaksi perbankan, pasti sudah tidak asing dengan Bank Mandiri. Ini merupakan salah satu bank ternama dan terbesar dengan perkembangan nasabah yang cukup siginifikan. Dengan berbagai produk dan program yang dimilikinya, Bank Mandiri fokus pada pertumbuhan kesejahteraan masyarakat.

Cikal bakal berdirinya Bank Mandiri adalah peleburan atau penggabungan dari beberapa bank miliki pemerintah. Tercatat ada empat bank yang digabungkan yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia serta Bank Pembangunan Indonesia. Untuk lebih jelasnya tentang sejarah Bank Mandiri, simak ulasan Bandungekspres berikut ini :

Sejarah Berdiri dan Perkembangan Bank Mandiri

Secara resmi, Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998. Pada masa itu pemerintah republik Indonesia tengah melakukan restrukturisasi perbankan  sebagai langkah untuk menanggulangi krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997. Sejarah berdirinya bank Mandiri dimulai dari empat bank yang dilebur menjadi satu seperti berikut ini :

1. Bank Bumi Daya

Salah satu bank yang menjadi cikal bakal bank Mandiri adalah Bank Bumi Daya. Bank ini awalnya merupakan milik pemerintah Belanda dengan nama De Nationale Handelsbank NV yang kemudian dinasionalisasikan menjadi bank umum pada tahun 1959.  Pada tahun 1965 Bank Umum berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia sebelum akhirnya diganti nama kembali menjadi Bank Bumi Daya.

2. Bank Dagang Negara

Bank Dagang Negara juga menjadi bagian dari cikal bakal sejarah bank Mandiri. Bank ini termasuk salah satu bank tertua di Indonesia yang  didirikan oleh pemerintah Belanda di Batavia pada tahun 1857 dengan nama Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij. Selama beroperasi bank ini bertugas untuk memberikan biaya dalam bidang industi serta pertambangan.

3. Bank Ekspor Import Indonesia

Bank Ekspor Impor Indonesia bermula dari perusahaan milik pemerintah Belanda dengan nama NV Nederlandsche Handels Maatsschappij yang didirikan pada tahun 1842. Perusahaan bidang perbankan ini kemudian dinasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960 dan berganti nama menjadi Bank Ekspor Impor Indonesia. Bank ini bertugas memberikan biaya untuk aktivitas ekspor impor yang dilakukan pemerintah.

4. Bank Pembangunan

Bank Pembangunan berdiri pada tahun 1951 yang pada masa itu bergerak di bidang industri. Pada tahun 1960, bank ini diubah statusnya menjadi milik pemerintah dan ditugaskan untuk membantu pembangunan nasional melalui program pinjaman untuk beberapa sektor vital seperti transportasi, manufaktur dan pariwisata.

Pada 11 Juli 1999, keempat bank milik pemerintah diatas digabung dan dilebur menjadi perusahaan perbankan yang lebih besar dan kuat yaitu Bank Mandiri. Saat ini bank BUMN ini telah  menjadi bank terbesar yang memiliki lebih dari 1800 cabang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa cabang di luar negeri.

Visi dan Misi Bank Mandiri

Ingin tahu apa saja visi misi bank Mandiri dalam menjalankan usahanya? Yuk ikuti pembahasan kita dibawah ini:  

Visi :

Menjadi partner financial pilihan utama masyarakat

Misi :

Menyediakan solusi perbankan digital yang handal dan simple serta menjadi bagian hidup nasabah

Dalam melaksanakan aktivitas perbankan, bank Mandiri selalu mengedepannya nilai-nilai utama yang dipegang teguh sampai saat ini. Beberapa nilai utama tersebut antara lain adalah amanah, kompeten. Harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

Sebelum menjadi salah satu bank terbesar seperti saat ini, perjalanan panjang telah dilalui oleh Bank Mandiri. Dengan berbagai produk dan program menarik yang ditawarkan, tidak heran jika bank ini menjadi pilihan bank nasabah sehingga terus berkembang pesat. Hal ini juga selaras dengan visi misi bank Mandiri untuk menjadi membangun kesejahteraan masyarakat.

Write A Comment